Studi Kasus 3: Analisis Kompetitif Cabang vs Kompetitor
Pendahuluan
Pelajaran ini membahas cara menganalisis posisi cabang bank Anda dibandingkan dengan kompetitor menggunakan pendekatan geospasial dan data prediktif. Analisis ini membantu pengambilan keputusan strategis terkait lokasi cabang baru, ekspansi, dan mitigasi risiko kehilangan nasabah.
Manfaat Praktis:
- Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan jaringan cabang bank dibanding kompetitor.
- Menentukan peluang ekspansi atau reposisi cabang yang optimal.
- Mendukung keputusan berbasis data untuk manajemen puncak.
Prasyarat/Alat yang Dibutuhkan:
- Software GIS (ArcGIS, QGIS)
- Data lokasi cabang bank dan cabang kompetitor
- Data transaksi dan performa cabang internal
- Data kepadatan populasi, demografi, dan daya beli wilayah
- Spreadsheet atau database untuk scoring dan analisis
Langkah-langkah Utama
1. Kumpulkan Data Cabang dan Kompetitor
- Buat daftar lengkap semua cabang bank Anda beserta alamat dan koordinat GPS.
- Kumpulkan data lokasi cabang kompetitor di wilayah yang sama.
- Ambil data tambahan: performa cabang internal, volume transaksi, dan informasi demografi wilayah sekitar.
(Visual Hint: Tabel berisi kolom nama cabang, alamat, koordinat, transaksi, dan tipe kompetitor)
Tip: Pastikan data kompetitor terbaru untuk analisis yang akurat.
2. Buat Peta Posisi Cabang dan Kompetitor
- Import data lokasi cabang dan kompetitor ke software GIS.
- Tandai cabang bank dengan simbol berbeda dari cabang kompetitor.
- Gunakan overlay layer: kepadatan populasi, jalan utama, dan transportasi publik.
(Visual Hint: Peta interaktif dengan layer cabang internal, kompetitor, dan kepadatan penduduk)
Peringatan: Jangan lupakan layer infrastruktur penting seperti akses jalan dan transportasi publik.
3. Analisis Jarak dan Jangkauan Pasar
- Hitung jarak antar cabang bank dan cabang kompetitor.
- Analisis area jangkauan masing-masing cabang (misal radius 2–5 km).
- Identifikasi overlap dengan kompetitor dan potensi pasar yang belum tersentuh.
(Visual Hint: Peta radius coverage cabang bank vs kompetitor dengan warna berbeda)
Tip: Fokus pada area overlap untuk strategi diferensiasi dan area kosong untuk ekspansi.
4. Scoring Cabang Berdasarkan Kompetitif
- Tetapkan kriteria scoring: jarak ke kompetitor, volume transaksi, kepadatan populasi, potensi pertumbuhan.
- Beri bobot setiap kriteria sesuai prioritas strategi bank.
- Hitung skor total tiap cabang untuk menilai posisi kompetitifnya.
(Visual Hint: Tabel skor cabang dengan warna yang menunjukkan posisi strategis)
Tip: Gunakan model prediktif sederhana untuk memproyeksikan potensi pertumbuhan tiap cabang.
5. Buat Rekomendasi Strategis
- Identifikasi cabang yang kuat dan yang lemah dibanding kompetitor.
- Rekomendasikan strategi: pertahankan, ekspansi, reposisi, atau penutupan cabang.
- Sajikan laporan dengan peta, skor, dan grafik performa untuk manajemen puncak.
(Visual Hint: Dashboard rekomendasi cabang dengan peta interaktif dan grafik perbandingan)
Tip: Sertakan analisis risiko untuk setiap rekomendasi agar manajemen siap menghadapi dampak potensial.
Ringkasan & Tugas
3 Poin Kunci:
- Analisis kompetitif cabang membutuhkan data geospasial dan performa cabang internal & eksternal.
- Visualisasi peta dan scoring membantu menilai posisi strategis tiap cabang.
- Rekomendasi berbasis data meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan ekspansi dan mitigasi risiko.
Tugas Praktis:
- Pilih satu wilayah kota sebagai studi kasus.
- Kumpulkan data cabang internal dan cabang kompetitor.
- Analisis jarak, jangkauan pasar, dan overlap.
- Buat scoring cabang berdasarkan performa dan posisi kompetitif.
- Buat laporan visual dengan rekomendasi strategi cabang untuk manajemen puncak.