Mengelola Tim Agen & Membangun Bisnis Broker
Pendahuluan
Pada pelajaran ini Anda akan mempelajari bagaimana mengubah diri dari agen individu menjadi pemimpin bisnis properti yang dapat merekrut, melatih, memantau, dan mengembangkan tim agen yang produktif.
Anda akan mempelajari sistem yang dapat langsung diterapkan untuk:
- Merekrut agen yang tepat
- Mengelola performa secara terukur
- Membangun budaya kerja yang menghasilkan penjualan
- Menyusun struktur bisnis broker yang rapi, legal, dan scalable
- Mengurangi pekerjaan manual melalui sistem & otomasi
Prasyarat / Alat yang Dibutuhkan:
- Spreadsheet (Excel/Google Sheets)
- CRM (misal: HubSpot, Pipedrive, atau CRM internal)
- Grup WhatsApp/Telegram untuk tim
- Template KPI agen
- SOP perekrutan, training, dan monitoring (akan ditulis pada modul ini)
Langkah-langkah Utama
1. Tentukan DNA Bisnis Broker Anda (Visi, Nilai, Standar Kerja)
Instruksi Detail
- Tentukan visi 1 tahun dan visi 3 tahun — misalnya jumlah agen, target penjualan, atau wilayah operasi.
- Definisikan nilai inti tim Anda, misalnya:
- Profesional
- Respons cepat
- Data-driven
- Buat standar kerja agen:
- Jumlah listing baru per minggu
- Jumlah call-out per hari
- Laporan aktivitas harian
- Susun dalam dokumen 1 halaman.
(Visual Hint: Tampilan dokumen visi berisi 3 kolom: visi–nilai–standar kerja.)
Tip Penting: Agen mengikuti struktur, bukan pemimpin. Semakin jelas SOP Anda, semakin cepat tim berjalan tanpa bergantung pada Anda.
2. Buat Sistem Rekrutmen Agen yang Berkelanjutan
Instruksi Detail
- Siapkan 3 sumber rekrutmen:
- Iklan rekrutmen (Instagram, Facebook, Jobstreet)
- Referral dari agen
- Komunitas (LinkedIn, grup properti lokal)
- Buat alur seleksi 3 tahap:
- Screening CV / profil
- Wawancara singkat (15 menit)
- Masa percobaan 14 hari
- Siapkan template wawancara:
- Mengapa masuk properti?
- Apakah punya jaringan?
- Target income 3–6 bulan?
- Masukkan semua kandidat ke CRM.
(Visual Hint: Tampilan CRM pipeline: Applied → Interview → Trial → Active Agent.)
Peringatan: Jangan fokus pada jumlah agen. Fokus pada kualitas dan konsistensi mereka.
3. Rancang Sistem Pelatihan Agen Baru (Onboarding 7 Hari)
Instruksi Detail
Buat modul sederhana dalam bentuk folder Google Drive:
- Hari 1: Mindset profesi properti
- Hari 2: Cara mencari listing (field + online)
- Hari 3: Cara memasarkan listing
- Hari 4: Cara follow up & closing
- Hari 5: Penggunaan CRM
- Hari 6: Negosiasi dasar
- Hari 7: Simulasi roleplay
(Visual Hint: Folder “Onboarding 7 Hari” dengan 7 subfolder.)
Tip: Gunakan voice-note + PDF pendek. Tidak perlu rumit. Fokus pada kecepatan eksekusi.
4. Terapkan Sistem Monitoring Kinerja Agen
Instruksi Detail
Gunakan spreadsheet atau CRM untuk mengukur:
- Activity Metrics (harian)
- Jumlah listing baru
- Jumlah chat/call follow-up
- Jumlah kunjungan
- Result Metrics (mingguan/bulanan)
- Closing
- Fee yang masuk
- Konversi follow-up
Buat template Google Sheets:
- Kolom A: Nama agen
- Kolom B: Listing baru
- Kolom C: Follow-up
- Kolom D: Viewing
- Kolom E: Closing
(Visual Hint: Dashboard KPI agen dengan grafik bar.)
Tip Penting: Apa yang diukur akan meningkat.
5. Bangun Sistem Komunikasi Internal yang Rapi
Instruksi Detail
- Buat grup WhatsApp/Telegram dengan struktur:
- Grup utama (informasi)
- Grup koordinasi region
- Grup closing & roleplay
- Atur aturan komunikasi:
- Laporan harian dikirim sebelum pukul 21.00
- Pengumuman hanya admin
- Tidak ada spam
- Gunakan format laporan harian:
- 3 aktivitas utama
- 1 tantangan
- 1 rencana esok
(Visual Hint: Screenshot pesan format laporan harian.)
6. Buat SOP Bisnis Broker agar Bisa Jalan Tanpa Anda
Instruksi Detail
Susun SOP singkat untuk:
- SOP pencarian listing
- SOP pemasaran (foto–deskripsi–unggah)
- SOP follow-up
- SOP negosiasi
- SOP penutupan transaksi
- SOP komisi
Contoh SOP komisi:
- Fee 100% masuk ke kantor → bagi hasil agen: 60% / kantor 40%
- Fee dari developer: komisi dibagikan 70% agen / 30% kantor
- Pembayaran maksimal 3 hari setelah fee cair
(Visual Hint: Dokumen SOP 1 halaman berisi poin-poin.)
Tip: SOP terbaik adalah SOP yang mudah dipahami dalam waktu 3 menit.
7. Kembangkan Struktur Bisnis untuk Scale-Up
Instruksi Detail
Saat tim sudah tumbuh → buat struktur organisasi:
- Team Leader
- Recruitment Manager
- Training Manager
- Listing Manager
- Admin Support
Tambahkan insentif:
- Bonus performa bulanan
- Bonus rekrutmen
- Bonus stabilitas (agen aktif 3 bulan)
(Visual Hint: Diagram struktur organisasi broker properti.)
Tips & Peringatan
⚠️ Peringatan: Hindari merekrut agen hanya berdasarkan kuantitas. Lebih baik memiliki 5 agen yang aktif dan produktif daripada 30 agen yang pasif.
⭐ Tip: Sediakan roleplay mingguan. Agen yang sering latihan biasanya closing lebih cepat.
💡 Strategi: Gunakan data untuk memutuskan — bukan intuisi.
Ringkasan
3 poin kunci:
- Bisnis broker yang kuat dibangun dari sistem — bukan hanya kehadiran pemimpin.
- Agen akan berkembang jika Anda memberikan struktur, tujuan, dan monitoring yang jelas.
- Skala bisnis terjadi setelah ada SOP, KPI, dan struktur tim yang stabil.
Tugas Praktis (Latihan)
Buat Paket Sistem Tim Broker Anda dalam 1 Hari:
- Buat dokumen 1 halaman berisi visi, nilai, dan standar kerja tim.
- Buat Google Sheet KPI harian dan mingguan.
- Susun “Onboarding 7 Hari” untuk agen baru (minimal 7 file: 1 per hari).
Bonus Tantangan:
Rekrut 1 agen baru minggu ini dan masukkan ke dalam sistem onboarding Anda.