Cara Mendapatkan Testimoni & Bukti Sosial
Pendahuluan
Dalam modul ini Anda akan mempelajari cara paling sistematis, terukur, dan langsung bisa diterapkan untuk mendapatkan testimoni, ulasan, dan bukti sosial yang kredibel sebagai agen properti. Bukti sosial adalah faktor yang secara signifikan meningkatkan kepercayaan klien, konversi, dan kemampuan Anda menutup lebih banyak transaksi.
Manfaat praktis modul ini:
- Mengetahui cara meminta testimoni tanpa canggung.
- Membuat sistem otomatis agar testimoni terus masuk.
- Mengubah setiap transaksi menjadi mesin bukti sosial.
- Mengamankan kepercayaan klien baru 3–10× lebih cepat.
Prasyarat/Alat yang dibutuhkan:
- HP atau laptop.
- WhatsApp & Google Form/Typeform.
- Folder Google Drive/Notion untuk dokumentasi.
- Template pesan (disediakan di modul ini).
Langkah-langkah Utama
1. Tentukan Format Bukti Sosial yang Dibutuhkan
Anda perlu memiliki struktur yang jelas agar testimoni yang diterima bukan sembarang komentar, tetapi bukti yang kuat dan bisa dipakai untuk marketing.
Instruksi detail:
- Tentukan kebutuhan utama:
- Testimoni teks singkat.
- Review panjang untuk website/landing page.
- Video testimoni/voice note.
- Screenshot chat puas klien.
- Before-after (misalnya, proses listing → sold).
- Buat daftar format wajib minimal:
- 1 testimoni teks
- 1 screenshot chat
- 1 bukti transaksi/closing
- Siapkan folder terstruktur:
/Testimoni/Teks/Testimoni/Video/Testimoni/Chat
(Visual Hint: Tampilan folder Google Drive dengan tiga folder utama “Teks”, “Video”, “Chat”)
Tips:
Jangan menerima testimoni acak. Tetapkan struktur supaya semua bukti sosial mudah digunakan untuk penjualan dan branding.
2. Identifikasi Momentum Paling Tepat untuk Meminta Testimoni
Waktu menentukan kualitas respons.
Instruksi detail:
- Catat tiga momentum terkuat:
- Setelah klien melihat unit impian dan antusias.
- Setelah membantu proses negosiasi berjalan lancar.
- Setelah proses closing atau serah terima.
- Buat trigger di kalender atau WhatsApp reminder:
- “Setiap kali ada closing → Minta testimoni di hari yang sama.”
- Kirim permintaan testimoni maksimal 1 jam setelah momen positif.
(Visual Hint: Screenshot pengingat di WhatsApp ‘Minta Testimoni’ setelah closing)
Strategi:
Momentum positif menghasilkan testimoni 5× lebih kuat daripada permintaan di waktu acak.
3. Kirimkan Pesan Permintaan Testimoni yang Siap Pakai
Gunakan skrip pesan yang membuat klien nyaman dan tidak merasa dibebani.
Instruksi detail:
Gunakan template berikut:
Template 1 – Testimoni Teks
- “Terima kasih sudah mempercayakan proses jual/beli/sewa properti bersama saya. Boleh bantu satu hal kecil? Saya sedang melengkapi portofolio layanan agar lebih kredibel. Jika berkenan, boleh kirimkan 2–3 kalimat tentang pengalaman Anda bekerja dengan saya.”
(Visual Hint: Tampilan WhatsApp dengan template pesan yang rapi dan profesional)
Template 2 – Testimoni Video
- “Jika berkenan, boleh kirim video singkat (10–20 detik) tentang pengalaman Anda? Tidak perlu formal. Cukup cerita apa yang paling membantu selama proses dengan saya.”
Template 3 – Chat Screenshot
- Arahkan klien:
“Boleh kirimkan screenshot chat ini ya untuk dokumentasi pelayanan saya.”
Peringatan:
Jangan memaksa atau membuat klien merasa bersalah. Nada harus profesional dan ramah, bukan mendesak.
4. Buat Formulir Otomatis untuk Mempermudah Klien
Jika Anda ingin testimoni yang rapi dan seragam, gunakan Google Form.
Instruksi detail:
- Buat form dengan 5 pertanyaan:
- Nama klien.
- Jenis layanan (jual/beli/sewa).
- Tantangan sebelum menggunakan layanan Anda.
- Hal yang paling membantu dari layanan Anda.
- Apakah bersedia memberikan testimoni video?
- Aktifkan:
- Auto-save ke Google Sheets.
- Upload gambar/video.
(Visual Hint: Tampilan Google Form dengan pertanyaan lengkap dan tombol submit)
Tips:
Formulir membuat klien lebih nyaman karena mereka bisa mengisi kapan saja.
5. Simpan dan Kelompokkan Semua Testimoni Secara Teratur
Jangan biarkan bukti sosial tercecer. Sistem kuat = brand kuat.
Instruksi detail:
- Gunakan struktur folder standar:
- /Bukti Sosial/Closing
- /Bukti Sosial/Testimoni Teks
- /Bukti Sosial/Video
- /Bukti Sosial/Chat Positif
- Masukkan metadata:
- Nama klien.
- Tanggal.
- Proyek/Listing.
- Jenis bukti sosial.
- Buat spreadsheet indeks testimoni:
- Kolom: Kode testimoni, jenis, link file, kategori.
(Visual Hint: Spreadsheet Google Sheets dengan kolom kode, link, kategori, tanggal)
Strategi:
Portofolio rapi = dapat digunakan cepat setiap kali membuat iklan atau proposal listing.
6. Tempelkan Bukti Sosial pada Semua Kanal Marketing
Bukti sosial tidak berguna jika tidak ditampilkan.
Instruksi detail:
- Tambahkan testimoni ke:
- WhatsApp Business → Profil bisnis.
- Instagram → Highlight “Ulasan Klien”.
- Facebook Page → Tab Review.
- Website/landing page → Section “Apa Kata Klien”.
- Brosur dan PDF penawaran.
- Gunakan pola:
- Masalah → Proses → Hasil → Testimoni.
- Letakkan bukti sosial dekat CTA (Call to Action).
(Visual Hint: Tampilan halaman website dengan section testimoni dan foto klien)
Tips Penting:
Testimoni yang ditempatkan dekat tombol CTA meningkatkan konversi secara signifikan.
Ringkasan Utama
- Bukti sosial wajib distandardisasi dan dikumpulkan secara sistematis, bukan acak.
- Momentum permintaan testimoni sangat menentukan respons dan kualitasnya.
- Bukti sosial harus disebarkan ke semua kanal marketing untuk memaksimalkan dampak penjualan.
Tugas Praktis untuk Anda
Lakukan tiga tugas berikut dalam 24 jam:
- Buat Google Form pengumpulan testimoni dengan 5 pertanyaan inti.
- Buat folder “Bukti Sosial” lengkap dengan subfolder teks, video, chat, closing.
- Kirim pesan permintaan testimoni ke minimal 3 klien terakhir menggunakan template yang sudah disediakan.