Teknik On-Page Lanjutan (SEO Entitas, SEO Semantik, Optimasi NLP)
1. SEO ENTITAS (Entity SEO)
SEO Entitas adalah teknik optimasi yang berfokus pada hubungan antar entitas (orang, tempat, brand, produk, konsep) agar mesin pencari memahami “makna” dan “identitas” situs Anda, bukan hanya keyword.
Tujuan utama:
- Membuat Google memahami siapa, apa, di mana yang dijelaskan halaman.
- Meningkatkan kepercayaan Google terhadap brand.
- Menguatkan topical authority.
Praktik SEO Entitas yang Harus Dilakukan:
✅ a. Gunakan Struktur Konten Berbasis Entitas
Contoh entitas untuk artikel “AC Chiller”:
- Produk: AC Chiller
- Kategori: HVAC, Cooling System
- Brand: Daikin, Trane
- Komponen: Compressor, Evaporator, Condenser
- Lokasi: Jakarta, Surabaya (opsional)
Google menyukai konten dengan relasi entitas yang jelas.
✅ b. Optimasi Dengan Schema Markup
Gunakan schema sesuai topik:
- Product
- FAQ
- HowTo
- Organization
- Course
Schema = bahasa mesin Google.
✅ c. Gunakan Brand Mentions Konsisten
- Nama brand + alamat + kontak konsisten di web & media lain.
- Buat halaman “Tentang Perusahaan” yang jelas.
✅ d. Bangun Hubungan Antar Entitas dalam Artikel
Tambahkan:
- Nama alat
- Bagian komponen
- Brand
- Standar industri
- Lokasi layanan
Semakin lengkap hubungannya → semakin kuat nilai entitasnya.
2. SEO SEMANTIK (Semantic SEO)
Fokus pada makna dan konteks bukan keyword.
Tujuan: konten Anda dipahami sebagai jawaban yang paling lengkap sesuai intent pengguna.
Prinsip SEO Semantik:
⭐ a. Penuhi Semua Intent Pencarian
Setiap keyword punya search intent:
- Informasional
- Komersial
- Transaksional
- Navigasional
Artikel harus menjawab semua kebutuhan pengguna.
⭐ b. Gunakan Topik Turunan (Semantic Topics)
Contoh “instalasi AC Split” → jawab juga:
- Biaya pemasangan
- Alat yang dibutuhkan
- Ukuran PK
- Kesalahan umum
- Perawatan setelah instalasi
Ini disebut topical completeness.
⭐ c. Gunakan Variasi Bahasa Natural
Tidak hanya keyword exact match.
Gunakan sinonim & frasa semantik:
- “Cara memperbaiki AC bocor”
- “Panduan mengatasi kebocoran AC”
- “Solusi jika AC meneteskan air”
Semua membantu Google memahami topik lebih luas.
⭐ d. Internal Linking Berdasarkan Makna
Bukan sekadar keyword, tapi hubungan konsep.
Contoh:
- Artikel “AC Chiller” → link-kan ke “Jenis Kompresor”.
- Artikel “AC Split” → link-kan ke “Perawatan Filter AC”.
Ini membangun peta topik (topic cluster).
3. OPTIMASI NLP (Natural Language Processing SEO)
Google menggunakan NLP melalui algoritma seperti BERT, MUM.
Optimasi NLP membantu konten Anda dipahami sebagai jawaban paling relevan.
Teknik Optimasi NLP:
✔ a. Gunakan Bahasa Natural, Tidak Kaku
Tulis seperti manusia berbicara.
✔ b. Gunakan Pertanyaan NLP-Friendly
Google menyukai:
- Apa itu…
- Bagaimana cara…
- Berapa biaya…
- Kenapa terjadi…
Karena mesin NLP memetakan pertanyaan → jawaban.
✔ c. Utamakan Kalimat Ringkas & Jelas
Setiap paragraf maksimal 1–3 kalimat.
NLP Google suka struktur:
- Subjek
- Aksi
- Objek
✔ d. Gunakan Heading yang Memperjelas Intent
Contoh yang disukai NLP:
- “Penyebab AC Chiller Tidak Dingin”
- “Cara Mengatasi AC Split Bocor”
- “Biaya Instalasi AC Per PK”
Judul yang jelas = mudah diproses oleh NLP.
✔ e. Masukkan Data, Angka, atau Referensi
Google NLP mendeteksi data sebagai kredibilitas dan fakta.
📌 RINGKASAN PRAKTIS UNTUK IMPLEMENTASI
| Teknik | Fokus | Hasil |
|---|---|---|
| SEO Entitas | Identitas, hubungan entitas | Authority meningkat |
| SEO Semantik | Membahas topik secara lengkap | Ranking stabil & kuat |
| NLP Optimization | Bahasa natural dipahami Google | CTR & posisi SERP naik |