Menentukan KPI: Traffic, Conversion, Revenue, Lifetime Value

Pendahuluan

Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari cara menentukan KPI SEO yang benar-benar relevan dan menghasilkan dampak bisnis nyata—mulai dari traffic, conversion, revenue, hingga lifetime value (LTV). Anda akan mempelajari bagaimana memilih KPI, menghitungnya, dan menghubungkannya dengan target bisnis sehingga strategi SEO Anda lebih terarah dan bisa dipertanggungjawabkan.

Prasyarat / Alat yang dibutuhkan:

  • Akses Google Analytics 4 (GA4)
  • Akses Google Search Console
  • Spreadsheet (Google Sheets / Excel)
  • Website yang sudah berjalan minimal 30 hari
  • Dasar-dasar pemahaman funnel marketing (opsional tapi membantu)

Langkah-langkah Utama


Langkah 1: Tentukan Tujuan Bisnis Utama

Sebelum menentukan KPI SEO, Anda wajib memahami apa tujuan bisnis yang ingin dicapai.

Instruksi:

  1. Tulis satu tujuan utama bisnis, contoh:
    • “Meningkatkan penjualan produk A sebesar 20%.”
    • “Meningkatkan lead masuk sebesar 40%.”
  2. Tentukan apakah tujuan ini fokus pada volume (traffic) atau kualitas (conversion & revenue).
  3. Catat target jangka waktu, misalnya 3 bulan atau 6 bulan.

(Visual Hint: Tampilan spreadsheet sederhana berisi kolom: Tujuan, Jenis, Target, Deadline.)

Tip Penting:
Tujuan bisnis harus satu kalimat saja. Semakin banyak tujuan, semakin tidak fokus KPI yang Anda buat.


Langkah 2: Pilih KPI Utama dan KPI Pendukung

KPI SEO yang efektif tidak boleh lebih dari 4 jenis utama. Empat KPI inti yang dapat digunakan:

  • Traffic Organik
  • Conversion (Lead / Sale)
  • Revenue dari Traffic Organik
  • Lifetime Value (LTV)

Instruksi:

  1. Tentukan KPI utama dari SEO Anda (misal: Conversion → Lead Form Submission).
  2. Tentukan KPI pendukung (misal: CTR, impression, halaman teratas).
  3. Buat tabel mapping KPI dengan tujuan bisnis.

(Visual Hint: Tabel KPI dengan kolom: KPI Utama, KPI Pendukung, Data Sumber, Target Angka.)

Peringatan:
Jangan menjadikan ranking keyword sebagai KPI utama — ranking hanyalah indikator, bukan tujuan bisnis.


Langkah 3: Hitung dan Tetapkan Target KPI Traffic

Traffic adalah KPI paling dasar dalam SEO, tetapi harus ditetapkan dengan benar.

Instruksi:

  • Masuk ke GA4 → Reports → Acquisition → Traffic Acquisition.
    (Visual Hint: Highlight menu Traffic Acquisition di sidebar.)
  • Catat angka:
    • Users (organik)
    • Sessions (organik)
    • Average engagement time
  • Hitung target traffic:
    Target Traffic = Traffic saat ini + (growth % × traffic saat ini)

Contoh:

  • Traffic saat ini: 10.000 per bulan
  • Target growth: 30%
    → Target traffic = 10.000 + (0.3 × 10.000) = 13.000

Tip:
Gunakan 3 skenario target: konservatif, realistis, dan optimis.


Langkah 4: Tentukan KPI Conversion (Lead / Sales)

Conversion adalah KPI paling penting untuk menilai efektivitas SEO.

Instruksi:

  1. Masuk ke GA4 → Engagement → Conversions.
    (Visual Hint: Sorot panel Events dan Conversions.)
  2. Pilih conversion yang relevan:
    • Submit form
    • Add to cart
    • Purchase
    • Click-to-WhatsApp
  3. Catat angka current conversion rate (CR):
    CR = (Conversions ÷ Sessions) × 100%
  4. Tentukan target berdasarkan rata-rata industri:
    • Lead generation: 2%–7%
    • E-commerce: 1%–3%

Tip:
Conversion rate kecil tapi stabil lebih baik daripada traffic besar tanpa konversi.


Langkah 5: Hubungkan KPI SEO dengan Revenue

Agar SEO dipandang sebagai investasi, bukan biaya, Anda harus menghubungkannya dengan revenue.

Instruksi:

  1. Catat:
    • Conversion to sale rate (misal: 20% dari yang submit form akhirnya membeli).
    • Average Order Value (AOV).
  2. Rumus revenue dari SEO:
    Revenue = Organic Conversions × AOV
  3. Buat proyeksi:
    • Misal: 200 lead organik → 20% closing → 40 sales
    • AOV Rp 500.000 → revenue = Rp 20.000.000

(Visual Hint: Rumus revenue di spreadsheet dengan highlight warna.)

Tip Strategis:
Revenue adalah alasan utama perusahaan mau meningkatkan budget SEO. Gunakan KPI ini untuk membuktikan ROI.


Langkah 6: Hitung Lifetime Value (LTV)

LTV menunjukkan berapa besar nilai jangka panjang dari pelanggan, bukan hanya transaksi awal.

Instruksi:

  1. Catat tiga angka:
    • AOV (Value per purchase)
    • Purchase frequency per year (misal: 4×)
    • Retention period (misal: 2 tahun)
  2. Gunakan rumus:
    LTV = AOV × Frequency × Retention
  3. Jika Anda ingin lebih akurat, tambahkan margin:
    Profit LTV = LTV × Profit Margin

Contoh:

  • AOV: Rp 300.000
  • Frequency: 6× per tahun
  • Retention: 2 tahun
    → LTV = 300.000 × 6 × 2 = Rp 3.600.000

Peringatan:
Jangan pakai LTV jika bisnis Anda adalah satu kali transaksi, seperti jual rumah atau jasa satu kali.


Langkah 7: Buat Dashboard KPI SEO

Anda harus mengumpulkan semua KPI dalam satu dashboard sederhana.

Instruksi:

  • Buat dashboard di Google Data Studio / Looker Studio.
  • Komponen wajib:
    • Traffic organik per bulan
    • Conversion & CR
    • Revenue dari SEO
    • Top pages & top queries
    • LTV diagram (opsional)
  • Tambahkan indikator warna:
    • Hijau = on track
    • Kuning = butuh optimasi
    • Merah = jauh dari target

(Visual Hint: Tampilan mockup dashboard dengan grafik dan indikator warna.)


Tips & Peringatan Penting

Tip: Gunakan KPI yang bisa diukur mingguan, bukan yang harus menunggu bulanan.

Peringatan: Jangan membuat terlalu banyak KPI. SEO membutuhkan fokus, bukan banyak angka.

Tip: Selalu buat KPI dalam angka, bukan kalimat umum seperti “meningkatkan website.”


Ringkasan

3 hal penting dari modul ini:

  1. KPI harus terhubung langsung dengan tujuan bisnis, bukan vanity metrics.
  2. KPI utama SEO: Traffic, Conversion, Revenue, dan LTV.
  3. Dashboard KPI membantu Anda dan klien melihat ROI SEO secara transparan.

Tugas Praktis

Buat spreadsheet sederhana dengan 4 bagian:

  1. Tulis tujuan bisnis utama Anda.
  2. Tentukan KPI utama dan KPI pendukung.
  3. Hitung target traffic, conversion, dan revenue dari SEO.
  4. Hitung LTV dari pelanggan Anda (gunakan data riil atau estimasi).