Membuat Dashboard Monitoring SEO (Data Studio / Looker Studio)

Pendahuluan

Pada pelajaran ini Anda akan mempelajari cara membuat dashboard SEO lengkap, otomatis, dan real-time menggunakan Looker Studio (sebelumnya Google Data Studio). Dashboard ini akan memudahkan Anda dalam memantau:

  • Traffic organik
  • Query pencarian teratas
  • Halaman dengan kinerja terbaik
  • CTR, Impression, Click
  • Health metrics dari Google Search Console
  • Conversion dari GA4
  • Tren performa SEO mingguan/bulanan

Dashboard seperti ini wajib dimiliki seorang praktisi SEO profesional karena:

  • Mempercepat proses monitoring
  • Menyajikan data dalam bentuk visual yang mudah dipahami
  • Membantu membuat keputusan berbasis data
  • Menjadi alat laporan penting untuk klien / manajemen

Prasyarat / alat yang dibutuhkan:

  • Akun Google
  • Akses Google Analytics 4 (GA4)
  • Akses Google Search Console
  • Looker Studio (gratis)
  • Data website minimal 30 hari

Langkah-langkah Utama


Langkah 1: Membuat Project Dashboard Baru

Instruksi Detail:

  1. Masuk ke Looker Studio: https://lookerstudio.google.com
  2. Klik tombol CreateReport.
  3. Pilih opsi Blank Report untuk membuat dashboard dari awal.
  4. Beri nama dashboard, misal:
    “SEO Performance Dashboard – Website Anda”

(Visual Hint: Tampilan Looker Studio dengan tombol “Create → Report”, halaman kosong, dan kotak penamaan dashboard.)

Tip Penting:
Simpan nama dashboard yang profesional, misalnya “SEO Dashboard – Januari 2026”, agar mudah difilter atau dicari saat presentasi dengan klien.


Langkah 2: Menghubungkan Data GA4 ke Dashboard

Instruksi Detail:

  1. Klik Add Data Source.
  2. Pilih Google Analytics.
  3. Pilih property GA4 Anda.
  4. Klik Add to Report.
  5. Pastikan data source sudah muncul di panel kanan.

(Visual Hint: Panel Add Data Source dengan ikon Google Analytics berwarna oranye.)

Peringatan:
Jangan salah memilih property—perhatikan apakah Anda memilih GA4, bukan Universal Analytics (UA sudah sunset).


Langkah 3: Menghubungkan Data Search Console

Instruksi Detail:

  1. Klik ResourceManage Added Data SourcesAdd Data Source.
  2. Pilih Search Console.
  3. Pilih domain yang Anda verifikasi.
  4. Pilih 2 tipe tabel:
    • Site Impression (untuk query & negara)
    • URL Impression (untuk halaman)

(Visual Hint: Popup pemilihan tabel Search Console dengan dua pilihan: “Site Impression” dan “URL Impression.”)

Tip:
Gunakan keduanya, karena data query dan halaman dipisah oleh Search Console.


Langkah 4: Buat Bagian “Overview” (Ringkasan Kinerja SEO)

Bagian ini menampilkan metrik utama secara singkat.

Instruksi Detail:

Tambahkan kartu metrik berikut:

  1. Total Clicks (dari Search Console)
  2. Total Impressions
  3. Average CTR
  4. Average Position
  5. Organic Users (GA4)
  6. Organic Sessions (GA4)

Cara menambahkan:

  • Klik Add a ChartScorecard
  • Pilih metrik → Atur filter: Medium = organic (untuk GA4)

(Visual Hint: Deretan kartu metrik dengan angka besar, latar putih, dan border tipis.)

Tip:
Tambahkan periode pembanding, misalnya “vs Previous Period”, untuk melihat tren peningkatan.


Langkah 5: Buat Grafik Tren Traffic SEO

Instruksi Detail:

  1. Klik Add a ChartTime Series Chart.
  2. Set metric = Organic Users atau Organic Sessions.
  3. Set dimension = Date.
  4. Aktifkan opsi Compare with Previous Period.

(Visual Hint: Grafik garis berwarna dengan sumbu waktu.)

Peringatan:
Grafik harus menggunakan dimension Date, bukan “Landing Page”, agar tren terlihat jelas.


Langkah 6: Buat Tabel “Top Queries” dari Search Console

Instruksi Detail:

  1. Klik Add a ChartTable.
  2. Dimension: Query
  3. Metrics:
    • Clicks
    • Impressions
    • CTR
    • Average Position
  4. Tambahkan sorting → berdasarkan Clicks (descending).
  5. Aktifkan heatmap warna di kolom CTR dan Position.

(Visual Hint: Tabel dengan kolom Query, Click, Impressions, CTR, Position, dengan warna hijau-kuning-merah.)

Tip Strategis:
Sorot query dengan high impression tetapi low CTR—ini peluang optimasi judul & meta description.


Langkah 7: Buat Tabel “Top Pages Performance”

Instruksi Detail:

  1. Klik Add a ChartTable.
  2. Dimension: Page URL atau Landing Page.
  3. Metrics:
    • Click
    • Impression
    • CTR
    • Avg Position
    • Users (from GA4)
  4. Tambahkan filter Medium = organic untuk GA4 metrics.

(Visual Hint: Tabel halaman dengan metrics GSC & GA4 berdampingan.)

Tip:
Tabel ini membantu melihat halaman mana yang paling menghasilkan traffic dan mana yang mulai turun performanya.


Langkah 8: Tambahkan Grafik Coverage Health (Opsional tapi sangat kuat)

Mengambil data dari GSC: index coverage.

Instruksi Detail:

  1. Add Data Source → Search Console — Site Impression
  2. Buat tabel atau bar chart:
    • Dimension: Page Indexing Status
    • Metrics: Clicks / Impressions
  3. Kategori umum:
    • Indexed
    • Alternate Page
    • Crawled – not indexed
    • Soft 404

(Visual Hint: Pie chart dengan warna status indexing.)

Peringatan:
Ini bukan data resmi “coverage report”, tapi bisa memberi insight cepat soal kualitas indexing.


Langkah 9: Tambahkan Filter Control (Supaya Dashboard Interaktif)

Instruksi Detail:

Tambahkan:

  • Date Range selector
  • Device type selector
  • Country selector

Cara:

  1. Klik Add a ControlDropdown List.
  2. Pilih dimension: Device / Country.
  3. Letakkan di bagian header dashboard.

(Visual Hint: Dropdown filter dengan tulisan “Device: All” dan “Country: All”.)

Tip:
Gunakan filter Device untuk melihat apakah ranking mobile berbeda dari desktop—sangat penting untuk audit SEO modern.


Langkah 10: Rapikan Tampilan & Publikasikan Dashboard

Instruksi Detail:

  1. Atur layout:
    • Gunakan grid 2 kolom atau 3 kolom.
    • Simpan chart yang relevan berdekatan.
  2. Gunakan warna profesional (biru tua, putih, abu-abu muda).
  3. Klik ShareManage Access → Ubah menjadi “Viewer.”

(Visual Hint: Tombol share biru di pojok kanan.)

Peringatan:
Jangan set ke Public, kecuali dashboard tidak mengandung data sensitif.


Tips & Peringatan Tambahan

Tip:
Selalu buat Dashboard v1, v2, v3 setiap kali ada update. Ini memudahkan versi kontrol saat presentasi ke klien.

Peringatan:
Jangan tambahkan terlalu banyak chart—dashboard SEO yang baik harus mudah dibaca dalam 1 menit pertama.

Tip:
Gunakan heatmap & conditional formatting untuk memudahkan identifikasi anomali.


Ringkasan

Tiga hal penting dari modul ini:

  1. Dashboard SEO harus menggabungkan data dari GA4 + Search Console.
  2. Komponen wajib: overview metrics, top queries, top pages, traffic trends, dan filter interaktif.
  3. Dashboard harus rapi, mudah dibaca, dan dapat diakses oleh klien/atasan secara real-time.

Tugas Praktis

Buat dashboard Looker Studio Anda sendiri dengan struktur berikut:

  1. Section Ringkasan (Clicks, Impressions, CTR, Position, Users, Sessions)
  2. Grafik Tren Traffic 90 hari
  3. Tabel Top Queries 30 hari
  4. Tabel Top Pages 30 hari
  5. Filter: Date, Device, Country