Analisis Risiko Bencana (Banjir, Gempa Bumi, Longsor)

Pendahuluan

Pelajaran ini mengajarkan cara melakukan analisis risiko bencana—banjir, gempa bumi, dan longsor—dengan pendekatan geospasial untuk melindungi aset bank, cabang, ATM, dan agen bank. Analisis ini memungkinkan perbankan untuk merencanakan mitigasi risiko, menentukan lokasi aman, dan menjaga continuity operasional.

Prasyarat/Alat yang dibutuhkan:

  • Data lokasi cabang, ATM, CDM, dan agen bank
  • Data historis bencana: banjir, gempa bumi, longsor (BMKG, BNPB, atau sumber resmi)
  • Peta topografi, elevasi, dan peta aliran air
  • Software GIS (ArcGIS, QGIS) dan Excel/Google Sheets untuk analisis kuantitatif
  • Alat visualisasi peta dan heatmap

Langkah-langkah Utama

1. Mengumpulkan Data Risiko Bencana

Instruksi Detail

  1. Kumpulkan data historis bencana dari sumber resmi:
    • Banjir: lokasi, kedalaman, frekuensi, musim rawan
    • Gempa bumi: magnitudo, epicenter, jarak ke lokasi cabang
    • Longsor: area rawan, curah hujan, kemiringan lereng
  2. Kumpulkan data lokasi aset bank: cabang, ATM, CDM, agen bank.
  3. Buat tabel gabungan lokasi aset dan potensi risiko.

(Visual Hint: Tabel Excel dengan kolom: Lokasi, Jenis Bencana, Frekuensi, Kedalaman/Magnitudo, Level Risiko.)

Tip:
Gunakan data terbaru agar mitigasi lebih akurat; hindari data lama yang tidak valid.


2. Menentukan Metode Penilaian Risiko

Instruksi Detail

  1. Pilih metode penilaian risiko:
    • Skor risiko sederhana: Frekuensi × Dampak
    • Skala 1–5 untuk setiap jenis bencana (1 = sangat rendah, 5 = sangat tinggi)
    • Analisis kuantitatif: probabilitas bencana × kerugian potensial
  2. Tetapkan threshold risiko untuk menentukan lokasi aman, waspada, atau kritis.

(Visual Hint: Diagram bar atau heatmap risiko dengan skala 1–5.)

Peringatan:
Jangan mengabaikan risiko gabungan (misal, lokasi rawan banjir dan longsor sekaligus).


3. Memvisualisasikan Risiko Geospasial

Instruksi Detail

  1. Masukkan data lokasi dan skor risiko ke software GIS.
  2. Buat layer per jenis bencana: banjir, gempa, longsor.
  3. Gunakan kode warna untuk menunjukkan level risiko:
    • Hijau: rendah
    • Kuning: sedang
    • Merah: tinggi
  4. Overlay semua layer untuk melihat area multi-risiko.

(Visual Hint: Peta GIS dengan layer risiko bencana berwarna, titik lokasi cabang/ATM, dan area rawan overlapping.)

Tip:
Layer multi-risiko mempermudah identifikasi lokasi paling kritis.


4. Melakukan Analisis Dampak dan Skenario

Instruksi Detail

  1. Tentukan dampak potensial:
    • Penutupan cabang/ATM
    • Gangguan operasional transaksi
    • Kerugian finansial dari aset terdampak
  2. Buat skenario mitigasi:
    • Evakuasi cabang
    • Penempatan backup server atau cash center
    • Pengalihan transaksi ke channel digital
  3. Hitung potensi kerugian vs biaya mitigasi.

(Visual Hint: Tabel perbandingan skenario mitigasi dengan kolom: Risiko, Dampak, Biaya Mitigasi, ROI Mitigasi.)

Peringatan:
Pertimbangkan kombinasi risiko dan biaya mitigasi agar strategi realistis.


5. Menyusun Rekomendasi Mitigasi

Instruksi Detail

  1. Identifikasi lokasi aset dengan risiko tinggi dan medium.
  2. Buat rekomendasi mitigasi:
    • Pemindahan cabang/ATM ke lokasi aman
    • Peningkatan proteksi bangunan
    • Peningkatan cadangan kas dan sistem digital backup
  3. Sajikan laporan analisis risiko geospasial lengkap dengan peta dan tabel mitigasi.

(Visual Hint: Peta final dengan rekomendasi mitigasi, warna risiko, dan simbol perlindungan aset.)

Tip:
Pastikan rekomendasi actionable, terukur, dan bisa diterapkan dalam jangka pendek maupun panjang.


Ringkasan & Tugas Praktis

3 Poin Kunci

  1. Analisis risiko bencana berbasis geospasial memungkinkan penentuan lokasi aset aman dan mitigasi risiko operasional.
  2. Visualisasi GIS membantu mengidentifikasi area multi-risiko dan prioritas mitigasi.
  3. Skenario dan rekomendasi mitigasi memastikan kontinuitas layanan perbankan saat bencana terjadi.

Tugas Praktis

  1. Kumpulkan data historis bencana (banjir, gempa, longsor) dan lokasi aset bank di wilayah tertentu.
  2. Buat skor risiko untuk tiap lokasi menggunakan metode sederhana atau kuantitatif.
  3. Visualisasikan risiko geospasial menggunakan GIS atau Excel.
  4. Buat 3 skenario mitigasi, termasuk penutupan, relokasi, atau proteksi tambahan.
  5. Susun laporan rekomendasi mitigasi dengan peta risiko dan tabel biaya-manfaat mitigasi.