Copywriting Properti: Menulis Deskripsi Listing yang Kuat
Pendahuluan
Dalam modul ini Anda akan mempelajari cara membuat deskripsi listing properti yang meyakinkan, menarik, dan mendorong calon pembeli untuk menghubungi Anda. Properti copywriting bukan sekadar menulis “Rumah Dijual”—tetapi seni menyampaikan nilai, manfaat, dan emosi dalam kata-kata yang efektif.
Mengapa ini penting?
- Deskripsi listing yang kuat meningkatkan minat baca dan konversi .
- Copywriting yang tepat membantu properti tampil lebih bernilai dibandingkan kompetitor.
- Menulis dengan struktur yang benar-benar mengurangi pertanyaan berulang dari calon pembeli.
Prasyarat / Alat yang Dibutuhkan
- Laptop / Ponsel Pintar.
- Platform pemasaran: WhatsApp Business, Instagram, Marketplace, situs properti.
- Aplikasi penulisan/catatan (Google Docs, Notion, Word).
- Properti foto & video yang sudah siap (untuk mendukung deskripsi).
Langkah-langkah Utama
1. Identifikasi Unique Selling Point (USP) Properti
Untuk menulis deskripsi yang kuat, Anda harus tahu dulu apa yang membuat properti ini layak dipilih .
Instruksi Detail
- Catat 5–7 keunggulan utama seperti: lokasi, kondisi rumah, fasilitas sekitar, akses transportasi, legalitas, potensi investasi.
- Tandai USP yang paling kuat (misalnya “Dekat Tol”, “Bebas Banjir”, “Bangunan Baru”, “Renovasi Sepenuhnya”).
- Fokus hanya pada poin relevan yang benar-benar mempengaruhi keputusan pembeli.
(Petunjuk Visual: Screenshot tabel USP dengan kolom: Keunggulan – Detail – Dampak terhadap Pembeli )
Tip Penting:
USP bukan daftar fitur. USP adalah manfaat nyata yang dirasakan pembeli.
2. Tulis Pembuka yang Menarik & Emosional
Paragraf pertama harus langsung menarik perhatian.
Instruksi Detail
- Gunakan kalimat pembuka pendek (maks 2–3 baris).
- Fokus pada manfaat, bukan fitur.
- Gunakan kata-kata emosional yang terukur seperti: “nyaman”, “tenang”, “strategis”, “prestisius”.
- Hindari bahasa kaku atau klise seperti “Rumah bagus dan murah”.
(Petunjuk Visual: Contoh sebelum-sesudah pembuka listing yang lemah vs. kuat )
Tip Pro:
Pembuka yang bagus meningkatkan waktu baca hingga 40%.
3. Susun Informasi Fitur dengan Struktur yang Jelas
Gunakan format berurutan agar pembaca mudah meng-scan informasi.
Instruksi Detail
- Gunakan format bullet yang rapi untuk bagian detail.
- Susun dari yang paling penting → pelengkap.
- Format umum:
- Tipe bangunan
- Luas tanah / bangunan
- Jumlah kamar
- Fasilitas rumah (carport, kitchen set, AC, taman)
- Kondisi bangunan
(Petunjuk Visual: Mockup struktur bullet list rapi dengan ikon )
Peringatan:
Jangan menumpuk paragraf panjang— pembeli tidak suka membaca “tembok teks”.
4. Tambahkan Penjelasan Lingkungan & Akses
Lingkungan adalah salah satu faktor terbesar dalam keputusan membeli.
Instruksi Detail
- Menjelaskan kondisi sekitar secara objektif (aman, tenang, ramai).
- Masukkan akses mobilitas: dekat tol, dekat sekolah, dekat pusat belanja.
- Tambahkan jarak atau waktu tempuh (misal: “5 menit ke Tol TB Simatupang”).
(Petunjuk Visual: Peta mini dengan highlight area penting)
Tip Profesional:
Gunakan data konkret untuk membuat deskripsi lebih kredibel.
5. Memasukkan Elemen Soft Selling yang Meyakinkan
Gunakan bahasa yang mendorong aksi tanpa terkesan memaksa.
Instruksi Detail
- Tambahkan kalimat “Cocok untuk…” (keluarga muda, investor, eksekutif).
- Gunakan kata transisi seperti: “Bayangkan…”, “Rasakan…”, “Nikmati…”.
- Tutup dengan CTA (Call to Action) yang jelas:
- “Segera hubungi kami untuk pengawasan jadwal.”
- “Jangan lewatkan unit terbaik ini.”
(Petunjuk Visual: Tampilan CTA dalam kotak highlight )
Peringatan:
Jangan berlebihan seperti “Dijamin pasti untung!” — ini merusak kredibilitas.
6. Salinan Optimal untuk Marketplace & Media Sosial
Setiap platform punya gaya baca yang berbeda.
Instruksi Detail
- Untuk WhatsApp:
- Gunakan paragraf pendek.
- Sertakan harga di awal.
- Untuk Marketplace:
- Judul harus berisi lokasi + tipe.
- Maksimalkan fitur bullet.
- Untuk Instagram:
- Gunakan storytelling singkat.
- letakkan CTA di bagian akhir caption.
(Petunjuk Visual: Tangkapan layar contoh versi WA, Marketplace, dan Instagram)
Tip Pro:
Satu daftar → 3 gaya salinan berbeda = jangkauan lebih optimal.
Ringkasan & Tugas Praktis
3 Poin Penting
- Properti copywriting harus fokus pada manfaat, bukan sekadar fitur.
- Struktur deskripsi yang rapi membuat pembaca bertahan lebih lama.
- CTA yang jelas meningkatkan peluang chat/telepon masuk.
Tugas Praktis
- Pilih satu listing properti (boleh properti pribadi atau contoh online).
- Catat 5 USP-nya.
- Buat versi copywriting lengkap: pembuka, fitur, lingkungan, softselling, dan CTA.