SOP Kerja SEO untuk Tim & Freelancer

Pendahuluan

Dalam modul ini, Anda akan mempelajari cara membuat SOP (Standard Operating Procedure) SEO yang dapat digunakan oleh tim, freelancer, maupun agen kecil, agar setiap pekerjaan SEO berjalan konsisten, efisien, dapat direplikasi, dan mudah diaudit.

Anda akan mempelajari SOP harian, mingguan, bulanan, serta SOP berdasarkan fungsi: Riset Keyword, Konten, On-Page, Off-Page, Reporting, dan Komunikasi Klien.

Prasyarat/Alat yang Dibutuhkan:

  • Spreadsheet (Google Sheets/Excel)
  • Google Drive
  • Google Search Console & Analytics
  • Tools SEO (Ahrefs/SEMrush/Ubersuggest)
  • Trello/Notion/Asana untuk manajemen tugas

Langkah-langkah Utama


1. Buat Struktur SOP Utama untuk Alur Kerja SEO

SOP harus punya alur yang jelas dari awal proyek hingga laporan bulanan.

Instruksi Detail

  1. Buat folder utama di Google Drive: “SEO SOP Master 2026”.
  2. Buat subfolder:
    • 01. Riset Keyword
    • 02. Konten
    • 03. On-Page
    • 04. Off-Page
    • 05. Tracking & Reporting
    • 06. Template Komunikasi Klien
  3. Siapkan satu dokumen “Master Workflow SEO”.

(Visual Hint: Tampilkan struktur folder Google Drive.)

Tip:
Gunakan kode penamaan seragam, misalnya “SOP-ONPAGE-V1” agar seluruh tim mudah mengikuti file terbaru.


2. Buat SOP Riset Keyword

Setiap proyek SEO dimulai dari riset kata kunci yang tepat dan relevan.

Instruksi Detail

  1. Buka Ahrefs/Keyword Planner.
  2. Cari 3 tipe keyword:
    • Informasional: “cara…”
    • Komersial: “jasa…”, “harga…”
    • Transaksional: “beli…”
  3. Masukkan semua keyword ke Google Sheet:
    • Search volume
    • CPC
    • Keyword difficulty
    • SERP intent
  4. Tandai 20–50 keyword utama yang akan menjadi konten prioritas.

(Visual Hint: Tampilan Google Sheet berisi kolom keyword, volume, difficulty.)

Peringatan:
Jangan memilih keyword hanya berdasarkan volume. Perhatikan intent karena lebih menentukan konversi.


3. Buat SOP Produksi Konten SEO

Konten harus dibuat dengan standar yang sama oleh semua writer/editor.

Instruksi Detail

Checklist wajib sebelum menulis:

  • Analisis 3–5 halaman pesaing
  • Tentukan struktur H1–H3
  • Buat template artikel (outline)

Proses pengerjaan konten:

  1. Writer membuat outline dan mengirim ke editor.
  2. Editor menyetujui atau revisi outline.
  3. Writer membuat draft lengkap dengan:
    • Keyword utama
    • Keyword pendukung
    • Internal link target
    • CTA
  4. Editor mengecek:
    • Akurasi
    • Struktur heading
    • Tone & readability
  5. Konten diunggah ke WordPress dengan format yang telah ditentukan.

(Visual Hint: Tampilan dashboard WordPress bagian “Add New Post”.)

Tip:
Gunakan template artikel standar untuk menghemat waktu dan menjaga konsistensi kualitas.


4. Buat SOP On-Page Optimization

Setiap halaman harus dioptimasi dengan standar yang seragam.

Instruksi Detail

Checklist On-Page:

  1. Title mengandung keyword utama + value
  2. Meta description mengandung CTA
  3. URL singkat < 5 kata
  4. Gunakan H1 hanya satu
  5. Optimasi H2–H3 untuk semantic keyword
  6. Internal link (3–5)
  7. External link (1–2)
  8. Compress gambar sebelum upload
  9. Tambahkan schema (Article/Local Business)

(Visual Hint: Tampilan plugin RankMath dengan bagian snippet & schema.)

Peringatan:
Jangan keyword stuffing. Google semakin ketat membaca kualitas konten berbasis NLP dan semantik.


5. Buat SOP Off-Page (Link Building)

Link building harus dilakukan secara aman, terukur, dan tidak spammy.

Instruksi Detail

Checklist Off-Page Mingguan:

  • Cek backlink baru di Ahrefs
  • Cek toxic link
  • Buat 3–5 outreach untuk guest post
  • Submit 2 profil bisnis lokal
  • Boost halaman pilar dengan internal linking tambahan

Alur Guest Post Outreach:

  1. Buat spreadsheet daftar website.
  2. Kirim email outreach dengan template standar.
  3. Negosiasi placement (free/paid).
  4. Kirim artikel SEO-friendly.
  5. Catat link yang berhasil.

(Visual Hint: Tampilan spreadsheet daftar website dan status outreach.)

Tip:
Bangun hubungan dengan owner website, bukan sekadar beli link.


6. Buat SOP Monitoring & Reporting

Setiap bulan harus ada laporan yang mudah dipahami klien atau manager.

Instruksi Detail

  1. Buka Google Search Console:
    • Cek total klik
    • Keyword naik/turun
    • Error di indexing
  2. Buka Google Analytics:
    • Pageview
    • Bounce rate
    • Halaman paling laris
  3. Update laporan bulanan:
    • Grafik traffic
    • Ranking utama
    • Halaman yang perlu optimasi
  4. Kirimkan laporan + rekomendasi bulan berikutnya.

(Visual Hint: Tampilkan grafik GSC dengan tren naik.)

Tip:
Selalu sertakan “Next Action Plan 30 Hari Ke Depan” dalam laporan. Klien suka jelas, bukan data mentah.


7. SOP Komunikasi Klien (Untuk Freelancer & Tim Agensi)

Komunikasi sering menjadi penyebab proyek gagal meski SEO berjalan baik.

Instruksi Detail

  1. Kirim onboarding message setelah kontrak.
  2. Buat grup WhatsApp/Slack khusus.
  3. Set ekspektasi:
    • SEO butuh 3–6 bulan
    • Target KPI
    • Frekuensi report
  4. Kirim update mingguan:
    • Progress
    • Task selesai
    • Masalah teknis
  5. Kirim laporan bulanan lengkap.

(Visual Hint: Tampilan pesan singkat template update mingguan.)

Tip:
Gunakan template pesan standar untuk menghemat waktu.


Ringkasan

Tiga hal penting:

  1. SOP adalah fondasi yang membuat kerja tim SEO konsisten dan mudah dipantau.
  2. Pastikan setiap bagian SEO—konten, on-page, off-page, reporting—punya SOP sendiri.
  3. Dokumentasi harus selalu di-update mengikuti perubahan algoritma dan strategi.

Tugas Praktis

  1. Buat folder “SOP SEO 2026” dan isi dengan 5 dokumen SOP utama.
  2. Buat 1 SOP lengkap, boleh riset keyword atau on-page.
  3. Tempelkan checklist mingguan SEO ke Notion/Trello.