Cara Melakukan Analisis Pesaing

Pendahuluan

Dalam pelajaran ini Anda akan mempelajari cara melakukan analisis pesaing SEO yang komprehensif, mulai dari mengidentifikasi kompetitor sebenarnya, menganalisis keyword, memeriksa struktur konten, hingga melihat strategi backlink mereka. Analisis ini sangat penting karena:

  • Membantu Anda memahami apa yang membuat kompetitor menang di Google.
  • Memperlihatkan celah dan peluang yang bisa Anda manfaatkan.
  • Memberikan arah strategi SEO yang lebih terukur dan efektif.

Prasyarat/Alat yang Dibutuhkan:

  • Google Search
  • Ahrefs / SEMrush / Ubersuggest / SERanking (minimal salah satu)
  • Google Sheets / Excel
  • Tools pendukung: Similarweb, BuiltWith, Screaming Frog (opsional)

Langkah-langkah Utama


1. Identifikasi Kompetitor yang Relevan Secara SEO

Instruksi Detail

  1. Tentukan kategori/topik utama website Anda (misal: “jasa interior”, “kursus online”, “kosmetik herbal”).
  2. Lakukan pencarian Google untuk keyword utama Anda.
    • Catat 5–10 website yang paling sering muncul di halaman 1.
      (Visual Hint: Tampilan SERP halaman 1 Google dengan highlight pada domain kompetitor)
  3. Pastikan mereka benar-benar kompetitor SEO, bukan marketplace besar jika Anda bukan reseller.
  4. Buat daftar kompetitor dalam spreadsheet.

Tip: Kompetitor SEO ≠ kompetitor bisnis. Fokus pada siapa yang menang di Google.


2. Analisis Struktur Website dan Konten Mereka

Instruksi Detail

  1. Buka website kompetitor, analisis menu utama mereka:
    • Kategori
    • Landing page
    • Blog / artikel
  2. Gunakan tools seperti Screaming Frog (jika ada) untuk melihat struktur konten.
  3. Catat:
    • Topic cluster apa yang mereka gunakan
    • Halaman mana yang paling menonjol
    • Gaya penulisan (panjang artikel, format H1/H2, visual)

(Visual Hint: Cuplikan halaman kompetitor dengan anotasi kategori & topic cluster)

Tip: Perhatikan pola: konten tidak harus banyak—yang penting strategis dan terstruktur.


3. Analisis Keyword yang Mereka Targetkan

Instruksi Detail

  1. Buka Ahrefs / SEMrush → Site Explorer → masukkan domain kompetitor.
  2. Cari menu Organic Keywords.
    (Visual Hint: Tampilan tabel keyword dengan kolom posisi, volume, dan traffic)
  3. Urutkan keyword berdasarkan:
    • Traffic terbesar
    • Keyword dengan CTR tinggi
    • Keyword yang rankingnya stabil di top 3
  4. Ekspor data dan kelompokkan berdasarkan:
    • Keyword informational
    • Keyword transactional
    • Keyword navigational

Peringatan: Jangan meniru seluruh keyword mereka. Fokus pada keyword yang sesuai dengan bisnis Anda.


4. Analisis Halaman Terbaik Kompetitor (Top Pages)

Instruksi Detail

  1. Di Ahrefs / SEMrush → buka menu Top Pages.
  2. Identifikasi halaman dengan traffic paling tinggi.
  3. Catat:
    • Apa topik yang dibahas?
    • Berapa panjang kontennya?
    • Ada elemen visual? (infografik, tabel, video)
    • Apakah ada internal link strategis?
  4. Pilih 5–10 halaman terbaik untuk dijadikan acuan perbaikan konten Anda.

(Visual Hint: Grafik halaman paling banyak mendatangkan traffic dengan highlight halaman #1, #2, #3)

Tip: Cari pola pemenang—halaman yang memberi banyak traffic biasanya mengandung struktur, judul, atau angle yang bisa Anda adaptasi.


5. Analisis Backlink & Otoritas Domain

Instruksi Detail

  1. Masuk Ahrefs / SEMrush → Backlinks / Referring Domains.
  2. Lihat:
    • Skor otoritas domain (DR/DA)
    • Total referring domains
    • Backlink baru vs hilang
  3. Catat jenis backlink:
    • Guest post
    • Editorial (liputan media)
    • Direktori
    • Forum / komunitas
  4. Buat daftar peluang backlink yang dapat Anda tiru:
    • Media yang sama
    • Website partner
    • Blog niche serupa

(Visual Hint: Diagram backlink kompetitor dengan garis naik-turun)

Peringatan: Jangan mencoba meniru backlink toxic. Fokus hanya pada domain yang relevan dan berkualitas.


6. Evaluasi Kualitas Konten dan User Experience

Instruksi Detail

  1. Analisis elemen konten kompetitor:
    • Judul (apakah klik-bait, informatif, atau spesifik?)
    • Struktur H1–H3
    • Penggunaan visual
    • Call-to-action
  2. Periksa pengalaman pengguna:
    • Kecepatan loading
    • Mobile-friendly
    • Navigasi
    • Layout
  3. Catat apa yang mereka lakukan lebih baik dari Anda.

(Visual Hint: Perbandingan dua halaman: kompetitor vs website Anda)

Tip: User Experience adalah faktor ranking tidak langsung—jangan abaikan.


7. Tentukan Celah (Gap) dan Peluang Konten

Instruksi Detail

  1. Ambil keyword yang kompetitor ranking tetapi Anda tidak ranking.
  2. Buat sheet “Content Gap Analysis”.
  3. Tandai keyword dengan:
    • Volume besar
    • Kompetisi menengah
    • Intent sesuai bisnis
  4. Buat rencana pembuatan konten baru dari keyword tersebut.

(Visual Hint: Spreadsheet dengan kolom: keyword, posisi kompetitor, posisi Anda, peluang)

Tip: Content Gap adalah sumber ide konten tanpa batas dan paling akurat.


8. Susun Strategi SEO Berdasarkan Temuan

Instruksi Detail

  1. Prioritaskan tindakan berdasarkan:
    • Dampak terbesar
    • Kemudahan implementasi
  2. Susun roadmap 30 hari, 60 hari, 90 hari.
  3. Contoh prioritas:
    • Perbaikan konten lama → 30 hari
    • Pembuatan cluster baru → 60 hari
    • Perburuan backlink → 90 hari
  4. Komunikasikan hasil analisis ke tim atau klien.

(Visual Hint: Roadmap SEO 3 bulan dengan tanda prioritas High–Medium–Low)

Tips: Rencana yang jelas membuat progress mudah dilacak dan dievaluasi.


Ringkasan & Tugas

3 Poin Kunci

  1. Analisis pesaing membantu Anda memahami strategi pemenang di SERP.
  2. Gunakan data (keyword, top pages, backlink) untuk melihat pola dan peluang.
  3. Tujuan utama analisis pesaing adalah menyusun strategi yang lebih unggul dan efisien.

Tugas Praktis

Lakukan analisis pesaing untuk minimal 3 website di niche Anda.

  1. Tentukan kompetitor SEO yang sebenarnya.
  2. Analisis keyword, halaman terbaik, dan backlink mereka.
  3. Buat Content Gap Sheet dan rancang 5 ide konten baru berdasarkan hasil analisis.