Strategi Pemangkasan Konten (Cara Membuang Konten “Sampah” Tanpa Turun Ranking)

Pendahuluan

Dalam pelajaran ini, Anda akan mempelajari cara memangkas, menghapus, atau menggabungkan konten yang buruk tanpa membuat ranking website Anda turun—bahkan justru naik. Teknik ini penting karena Google semakin fokus pada Quality Over Quantity, sehingga konten tipis, duplikat, atau tidak berguna dapat menurunkan performa keseluruhan situs.

Anda akan mendapatkan panduan langkah demi langkah untuk menemukan konten mana yang harus dibuang, mana yang harus diperbaiki, dan mana yang harus digabung.

Prasyarat/Alat yang Dibutuhkan:

  • Google Search Console
  • Google Analytics / GA4
  • Screaming Frog (opsional tapi sangat dianjurkan)
  • Spreadsheet (Google Sheets atau Excel)
  • Akses ke CMS (WordPress, Webflow, dll.)

Langkah-langkah Utama


1. Kumpulkan Data Konten dan Trafik

Agar keputusan pemangkasan akurat, Anda harus memulai dengan data lengkap tentang performa setiap halaman.

Instruksi Detail

  1. Buka Google Search Console → Performance → Pages.
    • Ekspor semua data halaman ke spreadsheet.
      (Visual Hint: Tampilan daftar URL dengan kolom Clicks, Impressions, CTR, Position.)
  2. Buka Screaming Frog → Crawl Website Anda.
    • Ekspor data berisi: word count, status code, canonical, title, meta description.
      (Visual Hint: Dashboard Screaming Frog dengan tabel crawl results.)
  3. Gabungkan data Search Console + Screaming Frog + Analytics di satu sheet.
    • Buat kolom tambahan: “Perlu Hapus?”, “Perlu Gabung?”, “Perlu Update?”
      (Visual Hint: Spreadsheet dengan kolom warna-warni.)

2. Identifikasi Halaman Berkualitas Rendah

Anda harus mampu mengenali konten “sampah”. Gunakan checklist di bawah.

Instruksi Detail

  • Tandai halaman yang termasuk kategori berikut:
    1. Low traffic selama 12 bulan
      (Clicks = 0–10)
    2. Word count terlalu pendek (<300 kata tanpa tujuan jelas)
    3. Duplikat konten antar halaman
    4. Topik tidak relevan dengan tujuan website
    5. Tidak ada backlink dan engagement rendah
    6. Thin content (hanya definisi, info dangkal, tidak ada value)

(Visual Hint: Contoh halaman dengan traffic 0, grafik flat, word count kecil.)

⚠️ Peringatan Penting:
Jangan pernah menghapus halaman yang memiliki backlink kuat atau pernah mendatangkan trafik signifikan. Ranking bisa jatuh drastis.


3. Tentukan Aksi untuk Setiap Halaman (Delete, Redirect, Merge, Improve)

Gunakan aturan sederhana ini:

Kondisi Aksi
Konten tidak relevan + no traffic Delete (410/404)
Konten mirip / overlapping Merge
Konten bagus tapi kurang lengkap Improve
Konten usang Update atau Combine
Konten sudah mati total Redirect 301 ke halaman yang paling relevan

Instruksi Detail

  1. Beri label pada setiap halaman di spreadsheet: Delete, Merge, Improve.
    (Visual Hint: Kolom “Action” dengan dropdown.)
  2. Sortir halaman berdasarkan Action agar proses eksekusi sistematis.
    (Visual Hint: Filter spreadsheet.)

💡 Tip:
Prioritaskan untuk menghapus halaman yang tidak punya keyword potensial. Jangan menghabiskan waktu memperbaiki konten yang sudah pasti tidak akan pernah perform.


4. Eksekusi Penghapusan Konten dengan Aman

Menghapus konten bukan sekadar klik “delete”. Anda harus melakukannya dengan benar.

Instruksi Detail

A. Jika halaman tidak penting → Delete (410)
  • Hapus dari CMS
  • Pastikan tidak ada internal link menuju halaman tersebut
  • Izinkan status 410 atau 404 untuk konten benar-benar tidak berguna
    (Visual Hint: WordPress trash button & plugin redirect settings.)
B. Jika halaman punya traffic kecil tetapi topiknya sama → Merge
  • Pilih halaman “utama” yang akan dijadikan target
  • Copy konten terbaik dari halaman lain
  • Buat satu artikel lengkap >1000 kata
  • Redirect 301 halaman lama ke halaman utama
    (Visual Hint: Diagram merge → redirect.)
C. Jika halaman relevan namun buruk → Improve
  • Tambahkan data, visual, FAQ, contoh
  • Cek keyword gabungan
  • Ganti struktur heading
    (Visual Hint: Editor WordPress dengan before-after content.)

⚠️ Peringatan:
Jika Anda menghapus halaman yang masih mendapatkan klik, meskipun kecil, lakukan redirect 301 ke halaman paling relevan untuk menjaga equity.


5. Monitor Dampak Pemangkasan Selama 30–90 Hari

Pemangkasan bukan satu kali proses. Anda harus memantau dampaknya.

Instruksi Detail

  1. Buka Google Search Console → Performance → Compare Date Range.
  2. Perhatikan perubahan pada:
    • Total Clicks
    • Total Impressions
    • Average Position
      (Visual Hint: Grafik naik-turun sebelum dan sesudah pemangkasan.)
  3. Jika ada halaman yang turun drastis:
    • Periksa internal link
    • Periksa redirect
    • Periksa keyword overlap

💡 Tip:
Biasanya ranking keseluruhan naik 10–30% setelah pemangkasan konten besar-besaran, karena Google lebih mudah memahami struktur situs Anda.


Ringkasan

3 poin kunci:

  1. Pemangkasan konten meningkatkan kualitas keseluruhan situs, bukan menurunkan ranking.
  2. Keputusan harus berdasarkan data, bukan perasaan.
  3. Redirect 301 adalah senjata utama agar konten lama tetap memberikan manfaat.

Tugas Praktis

Buat daftar 20 halaman terburuk di situs Anda, lalu beri label:

  • Delete
  • Merge
  • Improve

Setelah itu, jalankan aksi pada minimal 5 halaman pertama dan catat dampaknya dalam 30 hari.